The House Bunny
Saat Keterbukaan Menjadi Jawaban
Title : The House Bunny
Directed : Fred Wolf
Produced : Adam Sandler, Allen Covert,
Executive Produced : Anna Faris,Jack Giarraputo,Kirsten Smith,Karen McCullah,Lutz
Written : Kirsten Smith,Karen McCullah Lutz
Music : Waddy Wachtel
Cinematography : Shelly Johnson
Editing : Debra Chiate
Studio : Relativity Media,Happy Madison Productions,Alta Loma Entertainment
Distributed : Columbia Pictures
Release date(s) United States : 22 August 2008
Running time : 97 minutes
Cast
Anna Faris as Shelley Darlington
Colin Hanks as Oliver
Emma Stone as Natalie
Kat Dennings as Mona
Katharine McPhee as Harmony
Rumer Willis as Joanne
Kiely Williams as Lily
Dana Goodman as Carrie Mae
Kimberly Makkouk as Tanya
Beverly D'Angelo as Mrs. Hagstrom
Sarah Wright as Ashley
Tyson Ritter as Colby
Rachel Specter as Courtney
Owen Benjamin as Marvin
Monet Mazur as Cassandra
Christopher McDonald as Dean Simmons
Matt Barr as Tyler
Allen Covert as Waiter
Nick Swardson as Playboy Photographer
Shaquille O'Neal as Himself
Hugh Hefner as Himself
Holly Madison as Herself
Kendra Wilkinson as Herself
Bridget Marquardt as Herself
Hiromi Oshima as Herself
Lauren Michelle Hill as Herself
Sara Jean Underwood as Herself
Matt Leinart as Himself
Sean Salisbury as Himself
Dan Patrick as Police Officer
Jonathan Loughran as Tall Prostitute
Sinopsis
Shelley Darlington (Anna Faris) adalah seorang waitress di Playboy Club. Selama 9 tahun terakhir, Shelley tinggal di Playboy Mansion atau tempat tinggal Hugh Hefner sang pemilik majalah Playboy. Namun karena usia yang tak lagi muda, Shelley akhirnya didepak oleh para Playboy Bunny (waitress) lain yang tinggal di sana.
Karena selama ini Shelley tak pernah punya keterampilan lain dan tak punya banyak tabungan, Shelley terpaksa harus berkeliaran di jalanan kota Los Angeles. Nasib membawa Shelley ke sebuah rumah tempat perkumpulan mahasiswi bernama Zeta Alpha Zeta.
Ketujuh mahasiswi yang tinggal di sana terancam diusir dari asrama mereka oleh kelompok mahasiswi lain dan hanya Shelley yang mampu melindungi ketujuh orang mahasiswi itu dari ancaman kelompok Phi Iota Mu. Saat para wanita itu semakin dekat, maka mau tak mau mereka harus berhenti berpura-pura dan mulai menjadi diri mereka sendiri.
Menilai sebuah film komedi kadang memang tak mudah. Banyak faktor seperti tingkat pendidikan, budaya, selera, bahkan sampai wawasan sangat menentukan lucu atau tidaknya sebuah film humor. Begitu juga dengan film THE HOUSE BUNNY ini. Film seperti ini sebenarnya punya potensi menjadi lucu namun di sisi lain ia juga berpeluang untuk jadi membosankan.
Dari sisi cerita, sebenarnya tak ada yang baru dalam film ini. Ide dasar film ini bisa jadi sangat mirip dengan film LEGALLY BLONDE atau CLUELESS yang juga berkisah tentang 'petualangan' gadis berambut pirang yang di Amerika sana selalu diidentikkan dengan 'tak punya otak'. Kelucuan yang coba ditampilkan sebenarnya lebih bersifat harfiah dan pada saat film berakhir, kelucuan itu sudah tak lagi lucu.
Logika juga bukan salah satu pilihan untuk menilai film seperti ini. Kalau Anda perhatikan benar-benar, sebenarnya banyak hal yang tak logis yang ditampilkan film ini namun harus dimaklumi bahwa kadang itu memang bukan salah satu pertimbangan sang sutradara dalam membuat film-film seperti ini.
Yang cukup menarik dari film ini justru adalah akting Anna Faris yang berperan sebagai Shelley Darlington. Film komedi memang bukan barang baru bagi Anna. Aktris ini juga tampil dalam franchise SCARY MOVIE. Setelah cukup lama berperan sebagai gadis 'bodoh' dalam SCARY MOVIE, bisa dibilang penampilan Anna dalam THE HOUSE BUNNY jauh lebih baik. Sayangnya itu tak diimbangi dengan naskah film yang seimbang. Akibatnya, di beberapa adegan potensi yang dimiliki Anna Faris memang seolah sia-sia.
Terlepas dari itu semua, sebuah film humor memang tak bisa dianggap sukses bila tak mampu memancing tawa. Dengan parameter itu, maka bagus tidaknya film ini kembali pada sesuai atau tidaknya jenis humor yang ditawarkan dengan selera Anda. Sebagai sebuah hiburan yang tak memerlukan banyak pemikiran, film ini layak juga dijadikan pertimbangan.
Sumber :
http://en.wikipedia.org
Music : Waddy Wachtel
Cinematography : Shelly Johnson
Editing : Debra Chiate
Studio : Relativity Media,Happy Madison Productions,Alta Loma Entertainment
Distributed : Columbia Pictures
Release date(s) United States : 22 August 2008
Running time : 97 minutes
Cast
Anna Faris as Shelley Darlington
Colin Hanks as Oliver
Emma Stone as Natalie
Kat Dennings as Mona
Katharine McPhee as Harmony
Rumer Willis as Joanne
Kiely Williams as Lily
Dana Goodman as Carrie Mae
Kimberly Makkouk as Tanya
Beverly D'Angelo as Mrs. Hagstrom
Sarah Wright as Ashley
Tyson Ritter as Colby
Rachel Specter as Courtney
Owen Benjamin as Marvin
Monet Mazur as Cassandra
Christopher McDonald as Dean Simmons
Matt Barr as Tyler
Allen Covert as Waiter
Nick Swardson as Playboy Photographer
Shaquille O'Neal as Himself
Hugh Hefner as Himself
Holly Madison as Herself
Kendra Wilkinson as Herself
Bridget Marquardt as Herself
Hiromi Oshima as Herself
Lauren Michelle Hill as Herself
Sara Jean Underwood as Herself
Matt Leinart as Himself
Sean Salisbury as Himself
Dan Patrick as Police Officer
Jonathan Loughran as Tall Prostitute
Sinopsis
Shelley Darlington (Anna Faris) adalah seorang waitress di Playboy Club. Selama 9 tahun terakhir, Shelley tinggal di Playboy Mansion atau tempat tinggal Hugh Hefner sang pemilik majalah Playboy. Namun karena usia yang tak lagi muda, Shelley akhirnya didepak oleh para Playboy Bunny (waitress) lain yang tinggal di sana.
Karena selama ini Shelley tak pernah punya keterampilan lain dan tak punya banyak tabungan, Shelley terpaksa harus berkeliaran di jalanan kota Los Angeles. Nasib membawa Shelley ke sebuah rumah tempat perkumpulan mahasiswi bernama Zeta Alpha Zeta.
Ketujuh mahasiswi yang tinggal di sana terancam diusir dari asrama mereka oleh kelompok mahasiswi lain dan hanya Shelley yang mampu melindungi ketujuh orang mahasiswi itu dari ancaman kelompok Phi Iota Mu. Saat para wanita itu semakin dekat, maka mau tak mau mereka harus berhenti berpura-pura dan mulai menjadi diri mereka sendiri.
Menilai sebuah film komedi kadang memang tak mudah. Banyak faktor seperti tingkat pendidikan, budaya, selera, bahkan sampai wawasan sangat menentukan lucu atau tidaknya sebuah film humor. Begitu juga dengan film THE HOUSE BUNNY ini. Film seperti ini sebenarnya punya potensi menjadi lucu namun di sisi lain ia juga berpeluang untuk jadi membosankan.
Dari sisi cerita, sebenarnya tak ada yang baru dalam film ini. Ide dasar film ini bisa jadi sangat mirip dengan film LEGALLY BLONDE atau CLUELESS yang juga berkisah tentang 'petualangan' gadis berambut pirang yang di Amerika sana selalu diidentikkan dengan 'tak punya otak'. Kelucuan yang coba ditampilkan sebenarnya lebih bersifat harfiah dan pada saat film berakhir, kelucuan itu sudah tak lagi lucu.
Logika juga bukan salah satu pilihan untuk menilai film seperti ini. Kalau Anda perhatikan benar-benar, sebenarnya banyak hal yang tak logis yang ditampilkan film ini namun harus dimaklumi bahwa kadang itu memang bukan salah satu pertimbangan sang sutradara dalam membuat film-film seperti ini.
Yang cukup menarik dari film ini justru adalah akting Anna Faris yang berperan sebagai Shelley Darlington. Film komedi memang bukan barang baru bagi Anna. Aktris ini juga tampil dalam franchise SCARY MOVIE. Setelah cukup lama berperan sebagai gadis 'bodoh' dalam SCARY MOVIE, bisa dibilang penampilan Anna dalam THE HOUSE BUNNY jauh lebih baik. Sayangnya itu tak diimbangi dengan naskah film yang seimbang. Akibatnya, di beberapa adegan potensi yang dimiliki Anna Faris memang seolah sia-sia.
Terlepas dari itu semua, sebuah film humor memang tak bisa dianggap sukses bila tak mampu memancing tawa. Dengan parameter itu, maka bagus tidaknya film ini kembali pada sesuai atau tidaknya jenis humor yang ditawarkan dengan selera Anda. Sebagai sebuah hiburan yang tak memerlukan banyak pemikiran, film ini layak juga dijadikan pertimbangan.
Sumber :
http://en.wikipedia.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar